Warga Desak Aliran Air Panas ke Kawasan Objek Wisata Darajat Ditutup

derajat-passSejumlah warga mendatangi kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu, untuk meminta kewenangannya menutup aliran air panas ke tempat wisata Darajat, Kecamatan Pasirwangi, Garut.

“Ditutup dulu airnya jangan dikucurkan ke kawasan wisata kecuali izinnya sudah selesai,” kata tokoh masyarakat Kecamatan Pasirwangi, Ade Muhyidin usai beraudiensi dengan pihak BKSDA Garut.

Ia menuturkan keberadaan wisata pemandian air panas itu tidak memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar wisata, khususnya warga Kecamatan Pasirwangi.

Bahkan, lanjut dia, keberadaan wisata itu tidak memberikan perhatian seperti membantu masyarakat atau memperbaiki infrastruktur yang dibutuhkan warga Pasirwangi.

“Kalau dulu ada perhatian dari PT Chevron (perusahaan asing energi panas bumi) suka memberikan bantuan, tapi setelah ada wisata, Chevron tidak ikut campur,” katanya.

Ia menyampaikan persoalan baru yang dialami warga dari dampak wisata itu yakni masalah pelebaran jalan yang dilakukan oleh perusahaan pemilik tempat wisata.

Pelebaran jalan itu, kata Ade, tidak memperhatian saluran air, akibatnya ketika hujan dan air yang mengalir dari tempat wisata meluap ke jalan bahkan masuk rumah warga.

“Saya sudah beberapa kali meminta pengusaha wisata untuk memperhatikan masalah ini, tapi tidak ada perhatiannya, untuk itu saya minta ditutup saja biar ada reaksi dari pengusaha,” katanya.

Ia menambahkan selama ini masyarakat sudah kesal terhadap pengusaha wisata di Darajat tersebut yang tidak memperhatikan kepentingan umum warga Pasirwangi.

Ia berharap pemerintah dapat menindak tegas terhadap perusahaan wisata di Darajat yang tidak memiliki izin dan tidak memberikan dampak besar bagi kesejahteraan warga.

“Selama ini tidak ada izinnya, untuk itu kami minta ditutup agar dapat menemukan titik temu masalah yang dirasakan warga,” katanya.